Siapa yang nggak kenal Avengers? Hari gini nggak kenal Avengers itu bener-bener kelewatan. Salah satu tim yang paling terkenal di jagat sinema internasional yang diharapkan akan selalu melindungi dunia dari segala masalah; dari urusan nyari layangan nyangkut sampai invasi alien.

Tapi siapa yang menyangka kalau Avengers itu awalnya dimulai dari sebuah startup bernama S.H.I.E.L.D.?

Oke, tadi kayaknya cocoklogi banget. But hey, ayo kita coba bayangin kalau Avengers itu memang bagian dari sebuah startup.

[SPOILERS ALERT buat yang belum nonton.]

Image result for avengers age of ultron poster raw

Ngebangun startup bernama Avengers itu super nggak gampang. Nick Fury, sebagai founder, pertamanya mendapati sebuah masalah terlebih dahulu: gimana kalau ada ancaman besar melanda dunia, semacam perang antar galaktik sewaktu yang ia hadapi pada tahun 1990an bersama Captain Marvel? 

Di saat itulah Fury bersama rekan-rekannya mempunyai solusi untuk mengatasi masalahnya: Avengers I nitiative. Tapi, masalahnya adalah, memangnya Fury bisa melawan alien sendirian? Boro-boro.

Sebagai seorang founder dari sebuah startup, bekerja sendirian itu nanggung. It’s not wrong, but, nanggung. Ini saatnya kamu harus mulai mikir untuk mencari tim yang tepat untuk bekerja di startup-mu. This is how you do it.

Mencari Tim Terbaik

Menemukan orang yang mau bekerja sama denganmu itu gampang sebenernya. Tapi menemukan orang yang bisa mengerjakan tugasmu itu yang susah. Tapi bukan berarti nggak mungkin. Kita bisa ambil pelajaran dari bagaimana perekrutan para anggota Avengers sebagai contoh. Jadi gini:

1. Ketahui posisi yang kamu butuhkan untuk startup-mu

Sebelum mulai merekrut orang-orang, ketahui terlebih dahulu posisi apa saja yang dibutuhkan untuk ada di startup-mu. Kalau di Avengers, Fury butuh orang-orang untuk diisi di beberapa divisi, contohnya seperti:

Research and Development diisi oleh Tony Stark (Iron Man, the coolest guy) dan Bruce Banner (Hulk, the angriest guy) di Avengers, karena isi kepala mereka itu di atas rata-rata. Satu insinyur, satu lagi fisikawan.

Strategic division diisi oleh Phil Coulson (agen S.H.I.E.L.D.), lalu disusul Clint Barton (Hawkeye), dan Steve Rogers (Captain America). Mereka sama-sama mengerti gimana suasana perang dan cara menghadapinya.

Programmer, atau mungkin hacker diisi Natasha Romanoff (Black Widow). She’s a spy, pintar hacking itu penting.

Extraterrestrial Defense Force, atau simpelnya divisi yang bisa melawan masalah yang lebih besar dari sekedar terorisme, atau simpelnya lagi yang punya kekuatan lebih dari manusia buat jotos alien. Yak, ada Thor Odinson, si dewa petir dari galaksi seberang. (Okay, nama divisi ini nggak ada di istilah startup, baik.)

Ini juga berlaku untuk dirimu sendiri selaku founder. Ketahui kelebihanmu di bidang apa, sekaligus kekuranganmu di bidang lain. Nick Fury punya leadership, tapi dia juga butuh tim agar semua bisa jalan, ya kan?

Image result for avengers discussing

2. Cari full-time atau part-time

Okay, sebelum mencari full-timer atau part-timer (atau mungkin staff kontrak) untuk gabung di startup-mu, kamu harus punya core value dan visi yang benar-benar solid terlebih dahulu.

Belajar cara membuat visi yang menarik di sini!

Lalu, mulailah pitch visimu itu kepada calon member startup-mu. The better the pitch, makin banyak yang akan tertarik untuk bergabung di startup-mu. Termasuk yang sudah sangat professional.

Sudah ketemu orang yang punya skill yang kamu butuhkan, tapi masih ragu untuk ajak dia gabung secara full-time di tim kamu? Nggak masalah. Coba dulu rekrut dia sebagai part-timer atau kontrak dulu.

Ini yang Tony lakukan sewaktu mau rekrut Peter Parker (Spider-Man). Doi, sih, punya bakat dan keahlian yang dibutuhkan untuk jadi seorang Avengers baru sewaktu Civil War. Tapi karena masih belum sepenuhnya bisa handle pekerjaan skala Avengers yang punya komitmen, jadi ya part-time dulu, sebelum akhirnya jadi full-time setelah Endgame karena performanya sudah pas.

I think, with a little more mentoring, you could be a real asset to the team.

-Tony Stark ke Peter Parker, Spider-Man: Homecoming

Okay, sekarang anggap kalian sudah menemukan orang-orang untuk gabung bersama tim kalian, apa selanjutnya?

BUILD YOUR TEAM

Build your team di sini bukan berarti membangun dari awal, ya. Kan sudah. Tapi lebih ke membangun tim yang sudah ada menjadi yang tepat dan sesuai dengan yang diharapkan. Mari kita mulai!

1. Kayuh bareng-bareng

Teamwork para anggota Avengers, bagi yang sudah nonton dari seri awal sampai Endgame, solid banget! Tapi kalau kalian nonton sesuai urutan MCU (Marvel Cinematic Universe), ada juga perpecahan di seri Captain America: Civil War. Anggota Avengers yang sudah mulai berkembang mau nggak mau harus terpecah menjadi dua kubu: Tim Iron Man, dan Tim Captain America.

Memangnya apa hubungannya dengan kelangusngan sebuah startup?

Pecahnya kubu Avengers ini diakibatkan adanya perbedaan pendapat dan visi dari apa yang sudah ditentukan oleh para anggota Avengers sebelumnya. That’s really bad for the team, no?

Image result for captain america civil war

Kesamaan visi dan tujuan di tim startup adalah kunci penting kelangsungan dan perkembangan startup itu sendiri. Diskusi, duduk bareng, samakan persepsi dari awal. Pastikan semua sudah berada di pemahaman yang sama sebelum startup berjalan lebih jauh. Kalian akan berada di tempat dan dunia yang sama dalam waktu yang akan sangat lama, jadi pastikan satu tim mengayuh startup sama-sama ke goal yang telah ditentukan bersama juga.

2. Kepercayaan adalah Koentji.

Nggak ada yang lebih nyaman dari lingkungan kerja yang setiap anggotanya saling percaya satu sama lain. Di cerita para Avengers sendiri (lagi, spoiler alerts) selalu berbicara tentang percaya satu sama lain.

Kepercayaan yang diberikan Tony Stark kepada Peter Parker membuat Peter semakin bersemangat untuk menjadi satu tim dengan para veteran Avengers. Para anggota Avengers selalu merhatiin Bruce Banner yang bisa ngamuk jadi Hulk kapan saja dan mencelakai mereka, tapi mereka selalu percaya Bruce. 

Dan tentu saja, setelah perpecahan dan konflik yang dialami kedua kubu Avengers, Tony dan Steve pun kembali untuk saling percaya satu sama lain untuk membuat Avengers kembali solid melawan masalah mereka: invasinya Thanos

Rasa percaya dan dipercayai membuat siapapun di yang ada di startup-mu menjadi nyaman, dan kenyamanan itu nantinya yang membuat semuanya saling selaras.

How to do it? Berbicara, jadi teman diskusi, jadi orang yang bisa diandalkan untuk rekan satu tim.

Related image

3. Selalu Jaga Mood

Siapa yang senang kalau setiap hari anggota tim startup-mu kerjaannya ribut melulu? Ada masa di mana semua isi kepala dan otot dikerahkan untuk kerja tanpa henti, tapi harus ada juga masa di mana kerja pun bisa sambil tertawa bareng. Santuy juga koentji.

Nah sewaktu Battle of New York atau Battle of Sokovia, Avengers mati-matian tuh melindungi kota dari serangan alien, dan juga serangan robotnya Ultron. Ada pertikaian internal, ada salah paham, ada yang egois sendiri. Tapi semua tetap harus bisa kompak dengan jaga mood masing-masing.

Ingat scene saat para Avengers saling support, atau yang paling unik, juga saat mereka makan bareng di sebuah rumah makan sehabis perang lawan Chitauri? Alhasil, capek habis perang dan emosian akhirnya jadi kompak lagi sampai seri selanjutnya.

Buat timmu selalu excited dengan apa yang dikerjakan!

Image result for avengers eating shawarma

4. Tingkatkan Skill Timmu Seiring Berjalannya Waktu

Well, semua anggota tim startup-mu pasti ahli di skill mereka sendiri. Ada yang sudah jadi expert, ada juga yang masih merintis dan belajar. Tapi, tim yang solid adalah tim yang punya kualitas skill yang terus meningkat.

Beri timmu pelatihan yang mereka butuhkan untuk meningkatkan skill mereka. Bisa seperti workshop yang sesuai dengan kebutuhan skill mereka atau lainnya.

Mereka masuk membawa pengalaman, keluar nantinya pun juga akan membawa pengalaman lebih banyak. Win-win solution!

Emangnya ada di Avengers?

Tentu saja! Saat yang lainnya ada Thor yang berkekuatan dewa, super human seperti Hulk dan Captain America, sisanya hanya manusia biasa yang punya skill sebagai superhero. Lalu bagaimana caranya semua bisa saling imbang sebagai satu kesatuan di Avengers? Training sama-sama.

Tony sebagai upper-ups di Avengers memberikan training secara nggak langsung ke Peter Parker dengan memberikan kostum yang bisa ningkatin keahliannya sebagai Spider-Man di Homecoming. Atau, Captain America yang juga yang memberikan pelatihan ke anggota Avengers baru setelah Age of Ultron. Pada akhirnya, Avengers nantinya akan semakin kuat bersama-sama.

Avengers mungkin cuma karakter fiksi yang diciptakan oleh Marvel. Tapi siapa yang pernah tahu kalau ternyata banyak yang bisa kita pelajari dari mereka, termasuk dalam pengembangan startup.

Jika ada lagi pelajaran lain dari para Avengers yang bisa dipakai untuk membangun startup, let us know!

16 September 2019