Jakarta, 24 September 2016Setelah melaksanakan Ignition kedua pada 27 Agustus 2016 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital akan melaksanakan Workshop 2B untuk kota Jakarta di Ruang Ananta Kupa, Gedung B Kementerian Komunikasi dan Informatika RI pada 24 dan 25 September 2016. Sebelumnya, Workshop pertama telah diadakan di Kantor Bukalapak pada 13-14 Agustus 2016 dan di Estubizi Coworking Space pada 20-21 Agustus 2016. Dan Workshop 2A dilaksanakan di Telkomsel Smart Office pada 17 dan 18 September 2016.

Workshop adalah tahapan lanjutan dari rangkaian program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital setelah Ignition. Setelah menjaring 200 peserta pada Ignition 2 Jakarta, 100 peserta terpilih kemudian lanjut ke tahap Workshop kedua yang dibagi menjadi dua kelas dengan masing-masing diikuti 50 peserta. Di tahap ini, para peserta diharapkan dapat memetakan permasalahan yang muncul serta solusi berdasarkan inspirasi yang telah mereka dapat dari fase Ignition.

Masalah yang akan mereka pecahkan adalah masalah yang sudah disiapkan oleh tim Lab Kinetic melalui bank of problems yang diberikan pada para peserta sebelum Workshop dimulai. Setelah peserta memilih masalah yang akan dipecahkan, mereka akan dibagi ke dalam sebuah tim, sesuai dengan permasalahan yang ingin mereka cari solusinya. Pada hari pertama Workshop, peserta akan mendapatkan materi Design Thinking di mana mereka akan mengidentifikasi dan memetakan masalah yang ingin mereka pecahkan sampai nantinya mereka menemukan alternatif solusi atas masalah tersebut.

“Inovasi terjadi ketika Anda memasukkan tiga hal ini menjadi pertimbangan: keinginan pengguna, technology feasibility, dan viabilitas bisnis. Design Thinking membantu kita untuk mendapatkan ide solusi dengan tiga hal tersebut sekaligus,” ungkap Fadli Wilihandarwo, CEO Pasienia, yang juga menjadi trainer Design Thinking Workshop kedua Jakarta.

Pada hari kedua Workshop, peserta akan mendapatkan materi Market Validation dan Business Model. Setelah mengidentifikasi masalah dan menemukan alternatif solusi, peserta kemudian harus memvalidasi apakah ide solusi yang mereka temukan tersebut memang dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak. Setelah target pasarnya jelas, selanjutnya adalah bagaimana membuat business model yang tepat atas solusi mereka tersebut.

“Setelah menemukan ide solusi atas suatu masalah, selanjutnya adalah validasi ide tersebut, apakah masalahnya itu real terjadi dan solusinya memang yang dibutuhkan masyarakat. Dari situ kemudian menjadi modal utama untuk membangun business model yang tepat,” ujar salah satu trainer Business Model, Andy Santoso, CEO & Co-founder, Big Evo.
Yang akan menjadi mentor dalam Workshop kedua Jakarta di tanggal 24-25 September 2016 ini adalah orang-orang yang sudah mumpuni di bidang teknologi, kreatif, maupun startup, seperti Fadli Wilihandarwo, CEO Pasienia sebagai trainer Design Thinking, Ranggaswara Prasetya, Product Manager GO-TIX untuk Market Validation dan Yogi Adytia, CTO Jojonomic untuk materi Business Model.

Show Buttons
Hide Buttons