Surabaya, 3 September – Setelah menggelar Ignition tahap pertama pada 6 Agustus 2016, Surabaya kembali menjadi tuan rumah Gerakan Nasional 1000 Startup Digital untuk kali kedua pada Sabtu, 3 September. Bertempat di Gedung Auditorium Pascasarjana ITS, Surabaya menjadi saksi perjuangan anak muda yang memiliki semangat untuk menjadi co-founder startup digital yang mampu menyelesaikan masalah.

Sebagai kota dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi pusat perkembangan tech-startup di Indonesia. Dilihat dari sejarah, Surabaya sudah menjadi pusat perdagangan terbesar dan tempat perekonomian tumbuh dengan cepat. Banyak pedagang dari berbagai negara melabuhkan kapalnya di Surabaya untuk berdagang. Tidak heran, pertumbuhan kota Surabaya termasuk yang tercepat, entah itu dari bidang infrastruktur, sampai teknologi dan industri kreatif.

Potensi tersebut bisa menjadi sebuah peluang bagi anak muda Surabaya menciptakan bisnis atau startup. Jadi, tidak perlu membuang-buang waktu dan tenaga memindahkan startup ke Jakarta untuk mengembangkannya.

Dengan fondasi yang sudah ada, anak muda Surabaya diharapkan bisa berkolaborasi untuk semakin mengembangkan ekosistem startup di Surabaya yang diprediksi akan semakin menggeliat.

“Sekarang ekosistemnya mulai terbentuk dan sudah banyak pihak yg peduli untuk membuat startup. Sudah ada respon yang baik juga dari pemerintahan. Ekosistem banyak berkembang terbukti dengan banyak coworking space, tinggal bagaimana kita mau gerak untuk manfaatkan ini untuk maju,” ujar Sanny Gaddafi, CEO, 8villages.

Hal senada juga disampaikan oleh CMO Emtek dan KMK Online, Prami Rachmiadi, dalam Ignition pertama di Surabaya. Dengan jumlah populasi masyarakat sebanyak 250 juta orang, Indonesia bisa menjadi lahan potensial untuk bisa menciptakan banyak startup yang memberikan solusi.

“Indonesia masih terbilang ‘seksi’. Sangat sulit mengidentifikasi 250 juta orang. Dan ini menariknya di dunia startup. Bayangkan 250 juta orang yang memiliki keinginan yang berbeda, maka akan ada 250 juta startup yang berbeda,” ujar Prami Rachmiadi.

Masih seperti sebelumnya, Igniton kedua Surabaya akan menyajikan rangkaian seminar dengan sejumlah pembicara yang kompeten di bidang technopreneurship. Para pembicara seperti Yohan Totting, Inisiator FOWAB; Calvin Kizana, CEO, PicMix; Gibran Huzaifah, CEO, eFishery; Rama Notowidigdo, Chief Of Product, GO-JEK; Vikra Ijas, CMO, Kitabisa.com;  Benson Kawengian, CEO, Urbanhire; Ronald Ishak, CEO, Hacktiv8, dan Sanny Gaddafi, CEO, 8villages akan berbagi ilmu serta pengalaman berharga kepada 250 peserta.

Terdapat lima sesi yang akan menjadi fokus utama pada Ignition Surabaya untuk kali kedua ini, yaitu The Startup Journey, Don’t Start A Business, Solve a Problem, Think Like a Founder, Creativity 101, dan Collaborate to Create Innovation. Tujuannya yaitu mengedukasi para calon startup founder agar dapat memiliki wawasan yang memadai serta kesiapan diri untuk pengembangan startup yang akan mereka bangun.

Show Buttons
Hide Buttons