“And it doesn’t matter to me whether you’re running a coffee shop or you’re an intellectual, or you’re in business, or you’re flying hot air balloons. I think that all this stuff applies to everybody regardless of what we do. That what we are living in is a century of idea diffusion. That people who can spread ideas, regardless of what those ideas are, win.” – Seth Godin

Beberapa tahun lalu, Seth Godin memberikan TEDTalks yang kalau di dunia per-startup-an sangat sangat relevan. Judulnya adalah: How to get your ideas to spread.

Semuanya dimulai dari fakta bahwa, selama ini berbagai bisnis dan brand fokus dapetin konsumen dari mass media. Ya misalnya, pasang iklan di televisi, pasang iklan di koran, pasang iklan di majalah, atau juga pasang baliho gede-gede di jalan.

Tapi sebenernya, kita mau gak sih ngelihat iklan-iklan ini? Gak, kan? Siapa juga yang mau, lagi asik nonton serial TV kesayangan, malah dicekokin sama berbagai iklan. Mana repetitif lagi. Apalagi merek gede yang bisa bayar slot triliunan rupiah, pasti muncul terus.

Intinya, iklan-iklan yang ada di media massa selama ini cuma memaksa kita untuk ngelihat dia. Tapi, zaman udah berubah sekarang. Konsumen makin pinter dan gak percaya iklan. Kalau mereka bener-bener butuh sesuatu, mereka lebih percaya rekomendasi dari orang lain, bukan iklan.

Lalu, solusinya gimana? Ya merek-merek besar bisa aja terus beriklan. Tapi, startupatau bisnis-bisnis kecil mesti ngapain?

Ini kata Seth Godin:

What marketers used to do is make average products for average people. That’s what mass marketing is. Smooth out the edges; go for the center; that’s the big market. They would ignore the geeks, and God forbid, the laggards. It was all about going for the center. But in a world where the TV-industrial complex is broken, I don’t think that’s a strategy we want to use any more. I think the strategy we want to use is to not market to these people because they’re really good at ignoring you. But market to these people because they care. These are the people who are obsessed with something. And when you talk to them, they’ll listen, because they like listening — it’s about them. And if you’re lucky, they’ll tell their friends on the rest of the curve, and it’ll spread. It’ll spread to the entire curve.

Nangkep gak maksudnya? Maksudnya adalah, startup dan bisnis kecil udah gak perlu takut sekarang kalau gak punya dana untuk ngelakuin promosi secara masif. Karena suatu ide itu bukan tersebar gara-gara ngiklan terus di televisi berkali-kali, tapi karena sekelompok orang terobsesi dengan ide itu.

Istilahnya, ngapain sih maksa promosiin sesuatu ke orang yang jelas-jelas gak peduli? Mending cari orang-orang yang emang beneran bakal suka, yang bakal dengerin apa yang kita tawarin. Dan kalau yang kita bikin bener-bener bagus, mereka bakal ngomong ke orang-orang. Voila! Word-of-mouth.

Kesimpulannya satu sih: just focus on building your product; good product will sell itself 🙂

 


Artikel ini aslinya ditulis oleh Raisa Nabila yang sebelumnya diterbitkan di Ziliun.com.

Show Buttons
Hide Buttons