Jakarta, 8 Oktober 2016 – Setelah melewati tahap Ignition dan Workshop, sebanyak 53 tim yang masing-masing terdiri atas Hustler, Hacker, Hipster akan memasuki tahapan ketiga dalam Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yaitu Hackathon. Dalam tahapan ini para peserta akan membangun prototipe dari produk yang ingin mereka ciptakan.

“Tahap Hackathon ini adalah langkah awal bagi setiap tim untuk mulai membangun karya. Diawali dengan membentuk tim dengan komposisi keahlian yang berbeda agar saling melengkapi skill yang dibutuhkan, dan ditenagai dengan tujuan yang sama untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi. Hal ini membuat saya optimis bahwa para peserta bisa menciptakan startup digital yang berdampak dan Indonesia pun bisa jadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia. Kita harus terus memberikan dukungan agar ekosistem digital kita bisa lebih ideal dan kondusif sehingga mampu terus melahirkan inovasi-inovasi baru,” tutur Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR dan penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.  

Tidak seperti Hackathon pada umumnya, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital mengadopsi metode baru yaitu Hacksprint, sebuah generasi baru dari hackathon yang dikemas lebih terstruktur dan terukur dengan design sprint. Metode ini dikembangkan oleh beberapa penggerak di Gerakan Nasional 1000 Startup Digital yang telah berpengalaman dalam memfasilitasi kegiatan design sprint maupun hackathon di Indonesia. Dikenalkan pertama kali pada Hackathon Jakarta, Hacksprint ke depannya akan digunakan pada Hackathon di 9 kota lainnya.

Hacksprint menurut saya adalah konsep yang gila, revolusioner dan ambisius, tapi keren sekali. Memaksa kita untuk berakselerasi maksimal dan konkret dalam membentuk sekaligus validasi ide kita,” ujar Andreas Senjaya, CEO iGrow, Sprint Master dari Hacksprint Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Jakarta.

Dengan hadirnya tahapan Hackathon ini diharapkan banyak ide brilian yang bisa diimplementasikan menjadi sebuah startup digital yang bisa menyelesaikan masalah dan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Di akhir Hacksprint, setiap tim akan mempresentasikan prototipe produk mereka di hadapan para juri. Tiga tim dengan prototipe terbaik berdasarkan penilaian juri masing-masing akan mendapatkan chromebook dari Acer sebagai Official Technology Partner Gerakan Nasional 1000 Startup Digital. Pemberian chromebook ini adalah bentuk dukungan Acer terhadap pengembangan ekosistem startup digital di Indonesia.

Adapun, juri dari Hackathon Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Jakarta ini adalah Herbet Ang (President Director, Acer Indonesia), Alamanda Shantika (Chief Activist, FemaleDev), Sanny Gaddafi (CEO, 8villages), Aria Rajasa (Founder, Tees.co.id), Dian Wulandari (COO, Marketeers), dan Aulia Masna (Tech Journalist).

Selain juri, hadir pula beberapa mentor product dan design seperti Rama Notowidigdo (Chief of Product, GO-JEK), Hadikusuma Wahab (VP of Product Development, KMK Online), Hasanul Hakim (Head of Mobile Development, Bukalapak), Mario Nicholas, (Product Manager, Path Indonesia), Dicky Sukmana (Founder, Panenmaya Digital), Tommy Herdiansyah (Co-founder, Code Margonda), Firman Nugraha (Co-founder, TeknoJurnal), Vina Zerlina (Head of UX, Sale Stock), Arianti Silvia (Digital Product Designer, KMK Online), Trias Nur Rahman (Co-founder, UniteUX), dan Ramda Yanurzha (Data Scientist, RTI International).

Setelah menjalani Hackathon, tim terpilih akan melanjutkan ke tahap Bootcamp yang akan lebih fokus pada go-to-market strategy sampai akhirnya siap diluncurkan ke publik. Selanjutnya, Surabaya juga akan mengadakan Hackathon pada 15 dan 16 Oktober 2016 mendatang, disusul Yogyakarta pada 22 dan 23 Oktober 2016.

Show Buttons
Hide Buttons