Jakarta, 1 Agustus 2016 – Setelah membuka pendaftaran untuk para peserta, kini Gerakan Nasional 1000 Startup Digital melaksanakan kegiatan pertamanya pada tanggal 30 Juli 2016 di Auditorium Pascasarjana, Universitas Trisakti, Jakarta.

Lebih dari 4.000 orang telah mendaftar secara online di reg.1000startupdigital.id, yang kemudian disaring menjadi 200 peserta untuk menghadiri ignition Jakarta pertama. Namun pendaftaran masih terus dibuka untuk calon peserta yang ingin mengikuti program ini di kota lain, maupun di Jakarta untuk batch berikutnya.

“Untuk melahirkan 1.000 startup digital, strategi yang dijalankan adalah dengan mentoring dan pembinaan intensif melalui tahapan-tahapan sistematis di 10 kota pertama yang memiliki infrastruktur serta fondasi digital yang kuat,” kata Yansen Kamto, Chief Executive KIBAR, selaku penggagas Gerakan Nasional 1000 Startup Digital.

Langkah pertama dimulai dari ignition, yaitu sebuah tahapan pembuka dari rangkaian program 1.000 startup. Bentuk kegiatannya adalah seminar dengan menghadirkan beberapa pembicara yang sudah mumpuni di bidang teknologi, kreatif, maupun startup.

“Tahap ignition ini penting untuk orang yang belum tahu tentang Gerakan Nasional 1000 Startup Digital atau untuk yang ingin membuat perubahan tapi tidak tahu caranya,” ujar Yohan Totting, Inisiator Komunitas Forum Web Anak Bandung (FOWAB).

Sebanyak 200 peserta terpilih mengikuti tahap ignition yang terdapat beberapa sesi panel yang melibatkan banyak pembicara yang ahli di bidangnya. Setiap panel memiliki topik berbeda dengan tema yang berkaitan dengan merombak pola pikir startup founder.

Pada sesi pertama topik yang diambil adalah Don’t Start A Business, Solve a Problem yang memaparkan tentang bagaimana membangun startup yang dimulai dari mengubah masalah menjadi peluang bisnis. “Karena kita harus bantu orang untuk cari solusi atas permasalahan mereka. Kalau kita tidak mulai dari membantu memecahkan masalah artinya kita paksa orang. Tidak ada yang mau dipaksa,” ungkap Co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison dan juga pembicara dalam sesi panel pertama ignition Jakarta.

Sesi kedua hadir dengan topik Building The Startup Mindset. Dalam sesi ini peserta diajak untuk memahami pola pikir founder sebagai modal utama sebelum membangun startup. Dalam menciptakan sebuah startup, dibutuhkan mentalitas untuk mampu menghadapi tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh seorang startup founder. Pada sesi ini, Benson Kawengian, CEO Urbanhire; Diajeng Lestari, CEO HijUp; dan Dina Kosasih, Co-founder Makedonia yang menjadi pembicaranya.

Berikutnya dilanjutkan dengan sesi ketiga yang membahas tentang Collaborate to Create Innovation. Pentingnya kolaborasi dalam menciptakan sebuah solusi serta pentingnya peran anak muda untuk mengajak memberikan solusi untuk berbagai masalah dibahas tuntas dalam sesi ini. Dalam sesi ini, Diatce G. Harahap, CEO Bang Joni; Leonika Sari, CEO Reblood; dan Prasetyo Andy Wicaksono, Head of IT Development Jakarta Smart City membagi ilmunya kepada para peserta.

Sesi panel yang tak kalah penting adalah sesi dengan topik Coworking Space and The Future of Working. Peserta akan mendapatkan ilmu mengenai coworking sebagai cara dan budaya baru dalam bekerja untuk menumbuhkan kolaborasi dan inovasi.

Entrepreneurship adalah kunci Indonesia menjadi lebih baik. Coworking bisa sebagai platform untuk menciptakan aspirasi untuk mendukung kolaborasi,” ungkap Faye Alund, Co-founder Kumpul.co, sebuah coworking space di Bali dan juga pembicara dalam sesi panel keempat ini.

Budaya ini semakin lumrah dilakukan oleh startup karena dapat mendorong kolaborasi dengan berbagai orang dari latar belakang yang berbeda, yang akhirnya dapat memunculkan inovasi di berbagai bidang secara terus-menerus. Pembicara dalam panel ini tak hanya Faye Alund, hadir juga Co-founder Coworkinc, Dian Hasan, dan CEO Co&Co, Ongky Andi Saptari.

Dengan tema Flourishing The Next Generation of Global Startup Founder, diharapkan para peserta yang hadir di sesi panel kelima bisa menjadi entrepreneur muda yang membangun startup berkualitas, yang mampu bersaing di ranah global. Untuk mewujudkan  Indonesia sebagai ‘The Digital Energy of Asia’, dibutuhkan lebih banyak contoh anak muda yang sudah membangun startup dan berpengalaman menjajal panggung internasional, dan bisa menginspirasi bertumbuhnya lebih banyak founder dengan ide dan inovasi yang bisa mengubah Indonesia menjadi pemimpin teknologi dunia. Pembicara yang berbagi ilmunya adalah Andreas Senjaya, CEO iGrow; CEO eFishery; dan Sanny Gaddafi, CEO 8villages.

 

Show Buttons
Hide Buttons