Pada intinya, customer development merupakan proses yang digerakkan oleh respons yang didapatkan. Melihat survey yang digunakan beberapa startup, jelas bahwa kesalahan umum mereka adalah menghasilkan jawaban yang terlalu bias atau menggiring jawaban tertentu. Pertanyaannya adalah, bagaimana caranya merancang sebuah survey? Apa saja hal yang harus diingat? Bagaimana cara terbaik membuat survey yang dilakukan oleh praktisi riset pasar?

Saya sebenarnya yakin akan ada beberapa jawaban menarik untuk pertanyaan ini, tapi ini sejumlah hal penting yang saya peroleh melalui pengalaman:

Perdalam menjadi sejumlah—tapi tidak hanya satu—hal.

Apabila kamu menanyakan pertanyaan yang tidak jelas, kamu juga akan mendapatkan jawaban yang tidak jelas. Jawaban yang terlalu luas dapat membuatmu keluar jalur. Mulailah dengan menyadari apa yang sudah kamu ketahui, dan apa yang masih perlu kamu dalami—sebuah gambaran umum mengenai jenis pelanggan dan kebutuhan mereka. Pemahaman kamu akan menjadi semakin tajam perlahan-lahan, tapi kamu perlu memulainya di suatu tempat.

Catat asumsimu.

Buatlah daftar mengenai asumsimu mengenai target user kamu serta nilai yang produk kamu miliki. Kemudian kamu bisa menargetkan sejumlah pertanyaan yang dapat menghasilkan jawaban yang perlu kamu ketahui. Ini akan mempengaruhi sekali langkah berikutmu.

Pertajam inti pertanyaanmu.

Pilihlah empat atau lima hal berbeda yang perlu kamu perjelas sebelum memulai survey. Apabila kamu mengajukan terlalu banyak pertanyaan yang mendalam, mereka akan kehilangan fokus untuk menjawabmu.

Jangan membuat sebuah pertanyaan yang menggiring pada sebuah jawaban.

Ketika kamu merancang sebuah pertanyaan, coba periksa seberapa sulit untuk menjawab ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk pertanyaan tersebut. Apabila ya, maka pertanyaan tersebut kemungkinan besar menggiring jawaban tertentu.

Rancang pertanyaanmu dengan skeptis.

Satu tip yang saya dapatkan ketika merancang pertanyaan adalah untuk bersikap skeptis dengan memikirkan semua alasan mengapa gagasan/produk ini tidak akan berhasil, lalu merancang pertanyaan yang dapat membuktikan bahwa pikiran saya salah. Hal ini akan memberimu perspektif untuk dapat menjual gagasan/produk tersebut ke pelanggan.

Jangan memberi pernyataan yang berjangkar.

Pernyataan yang berjangkar memiliki pengaruh yang sangat besar. Sebagai contoh: Apabila kamu memulai dengan pernyataan bahwa produk kamu dirancang untuk memudahkan hidup pengguna, jawaban yang kamu dapatkan akan kurang lebih merujuk kepada pernyataan tersebut.

Berikan ruang untuk jawaban yang bebas.

Mengumpulkan jawaban hanyalah satu tahap, lalu tahap berikutnya adalah untuk mengolah jawaban dan menyaring jawaban yang otentik. Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah untuk menanyakan pertanyaan yang cukup untuk membuat target usermu mulai berpikir, kemudian memberi ruang bagi pertanyaan terbuka agar target usermu dapat menuliskan jawaban dengan lebih bebas. Hal ini akan memberimu perspektif mengenai betapa dalam masalah yang kamu hadapi dan seberapa besar keinginan target usermu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Untuk itu…

Saya menyarankan kamu untuk membagi proses tersebut ke dalam tiga tahap yang berbeda. Pisahkan dan satukan kembali ketiga tahap ini sesuai kebutuhan kamu seiring dengan terjadinya revisi dan berkembangnya rancangan produkmu.

Wawancara

Secara ideal, wawancara dapat dilakukan dengan bertatap muka, ketika kamu masih mencoba memahami target user dan seberapa nyata permasalahan yang kamu pikirkan. Jangan lupa untuk menanyakan banyak pertanyaan susulan.

Tanggapan Umum

Pada tahap pertama kamu meluncurkan produk dan melihat orang-orang mendaftarkan diri serta menggunakan produk tersebut, kamu bisa mengirimkan pesan ke mereka untuk meminta tanggapan seperti, “Terima kasih telah menggunakan produk ini! Kami ingin mendengar tanggapan mengenai pengalaman Anda sejauh ini”. Sebuah pertanyaan lanjutan yang lebih spesifik dapat berupa menanyakan tiga hal yang disukai dan dibenci pengguna melalui produk tersebut.

Tanggapan Spesifik

Untuk tanggapan yang lebih spesifik, seperti contohnya mengidentifikasi siapa target usermu sebenarnya dari sebuah perusahaan yang merupakan target marketmu: apakah CTO-nya, product manager, atau lead programmer yang paling merasa produkmu berguna? Di titik harga berapa kamu mendapat keuntungan yang paling tinggi dan target usermu rela untuk membayar, hingga aspirasi target usermu mengenai fitur dari produkmu, dll.


Artikel ini aslinya ditulis oleh Vijay Anand dalam bahasa Inggris yang sebelumnya diterbitkan di Quora.com.

Show Buttons
Hide Buttons