Sebuah usaha kecil tidak ada apa-apanya tanpa dukungan tim yang solid. Sebagai startup founder, kamu akan memimpin keseluruhan arah, tujuan dan manajemen startup kamu. Namun, tentunya orang-orang yang di bawah kamulah yang akan bekerja melakukan kewajiban keseharian. Menemukan orang yang tepat untuk posisi yang tepat adalah suatu hal yang tidak mudah, apalagi jika kamu baru pertama kali memulai, dengan anggaran terbatas. Tetapi jika kamu ingin berhasil, kamu harus mencari jalan agar dapat menemukan orang-orang yang tepat dengan visi yang sama denganmu.

Saat merekrut orang-orang untuk tim perdanamu, pastikan kamu mengikuti strategi-strategi penting berikut:

  1. Merekrut keahlian, bukan pengalaman. Orang cenderung terpukau dengan sejarah pengalaman kerja seseorang demi mendapatkan gambaran kapabilitas, namun keahlian serta keterampilan jauh lebih penting untuk menjadi ulasan. Pengalaman lazimnya di banderol dengan harga tinggi dan tidak selalu mengindikasikan kemampuan.
  2. Jangan lupakan culture startupmu. Kamu akan melakukan lebih dari sekedar perekrutan orang-orang hebat. Kamu juga akan menentukan pendirian budaya startup kamu. Carilah kepribadian-kepribadian yang akan membuat lingkungan positif dan sehat sejalan dengan visi ke depan startup anda.
  3. Carilah kandidat yang adaptif. Menemukan spesialis kelihatannya seperti strategi yang tepat karena mereka akan dengan mudah dan lancar bekerja di bidangnya. Namun, untuk startup, menemukan kandidat yang adaptif merupakan pilihan yang lebih baik, seseorang yang tidak melakukan pekerjaan di luar peranan tugas tradisional mereka. Startup akan melalui haluan-haluan tanpa dugaan maka dari itu tim yang tanggap sangatlah dibutuhkan.
  4. Gunakan media sosial. Gunakanlah media sosial seperti LinkedIn dan Twitter untuk mencari kandidat. Media sosial merupakan tempat yang matang untuk mencari informasi-informasi lebih banyak tentang kandidat kamu dan dapat membuka jaringan untuk peluang-peluang kesempatan baru. Ditambah pula, medsos itu gratis!
  5. Lengkapi kekurangan karyawan kamu. Jika kamu sudah memiliki beberapa kandidat di tangan, mulailah mencari orang-orang yang dapat melengkapi kekurangan mereka. Ketahuilah kelebihan-kelebihan serta kekurangan-kekurangan tim kamu, lalu carilah kandidat-kandidat baru yang dapat mengisi kekurangan-kekurangan tersebut.

Membangun tim yang baik akan memakan waktu, dan setelah kamu selesai merekrut pun, kamu masih harus menguras waktu tambahan agar dinamika tim kamu tetap berkobar dan sehat.


Artikel ini aslinya ditulis oleh Jose Vasquez dalam bahasa Inggris yang sebelumnya diterbitkan di Huffington Post.

Show Buttons
Hide Buttons